LENTING (Lintas Generasi Tuntas Stunting) di Balecatur, Gamping, Sleman Yogyakarta

Authors

  • Suryani Suryani Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
  • Agil Dhiemitra Aulia Dewi
  • Lisa Musharyanti

DOI:

https://doi.org/10.33292/mayadani.v6i2.251

Abstract

Prioritas kesehatan Kalurahan Balecatur mendukung percepatan penanganan stunting Kabupaten Sleman yang menempati prevalensi urutan ketiga sebesar 15% dari target nasional 14%. Data stunting di wilayah Puskesmas Gamping I sebanyak 204 balita (usia 0-59 bulan). Kalurahan Balecatur memberikan bantuan gizi pada 15 balita secara intensif di tahun 2024 dengan program PMT 56 hari. Namun demikian, hanya 33,3% (5 balita) yang mengalami perbaikan sedangkan 66,7 % (10 balita) masih mengalami masalah gizi. Posyandu sudah melakukan pendataan secara rutin namun pengelolaan data secara manual. Kunjungan rumah kader terkendala fasilitas dan kemampuan dalam konseling keluarga. Selain itu, kejadian stunting bisa dicegah lebih awal dengan menyiapkan remaja yang sehat namun terhambat dengan perilaku beresiko remaja. Kelompok remaja belum optimal dalam program kesehatan secara rutin. Akar masalah yang ditemukan kurangnya kemampuan kader dan Ibu balita dalam manajemen stunting, belum tersedianya pengelolaan posyandu, alat kesehatan dan panduan gizi yang efektif. Kelompok remaja belum diberdayakan menjadi pendidik dan konselor sebaya untuk menjadi agen perubahan mencegah stunting sejak dini.

Tujuan program PMM ini meningkatkan peran kolaborasi mahasiswa melalui program KKN/membangun desa dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi dari kelompok posyandu dan kelompok karang taruna untuk penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Metode pengabdian dengan Participatory Learning and Action dilakukan dengan tahap sosialisasi program pada mitra, pelatihan kelompok kader, ibu balita dan remaja, penerapan teknologi  aplikasi pengelolaan data digital, paket intervensi gizi, alat kesehatan dan pengembangan posyandu dan pembentukan motivator sebaya, pendampingan dan evaluasi kemampuan kader, ibu dan remaja dalam menangani stunting keberlanjutan program oleh mitra dengan pemberdayaan peran kelompok. Program PMM diikuti oleh sebanyak 42 peserta yang terdiri dari dari 13 Kader posyandu, 14 Ibu balita dan 15 remaja.

Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kemampuan kelompok baik pada kelompok kader, ibu balita (pre: 3,21; post: 4,21). Peningkatan paling tinggi pada kemampuan manajemen stress dan terapi pijat nafsu makan. Remaja menunjukkan peningkatan kemampuan yang baik setelah pelatihan pada gizi remaja, life skill, posyandu remaja dan pendidik serta konselor sebaya. Program pemberdayaan kelompok posyandu dan kelompok karang taruna meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi kader, ibu balita dan remaja  dalam penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur. Penggunaan aplikasi digital siPandu Lenting meningkatkan efektifitas pengelolaan data posyandu dan kemudahan pelaporan status kesehatan balita dan remaja.

Kesimpulan program pemberdayaan kelompok posyandu dan kelompok karang taruna meningkatkan produktifitas, peran dan fungsi kader, ibu balita dan remaja  dalam penanganan kasus stunting secara terpadu lintas generasi di Kalurahan Balecatur.

Kata Kunci : Stunting; Posyandu; Kader; Ibu; Remaja

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-28

How to Cite

Suryani, S., Agil Dhiemitra Aulia Dewi, & Lisa Musharyanti. (2025). LENTING (Lintas Generasi Tuntas Stunting) di Balecatur, Gamping, Sleman Yogyakarta. Masyarakat Berdaya Dan Inovasi, 6(2), 34–42. https://doi.org/10.33292/mayadani.v6i2.251

Issue

Section

Articles

Citation Check