AKU BERSIH AKU SEHAT PKM Pemberdayaan Usaha Kesehatan Sekolah dalam program Kesehatan Siswa Disabilitas di SLB Negeri 1 Bantul
DOI:
https://doi.org/10.33292/mayadani.v6i2.250Abstract
Penelitian tahun 2020 didapatkan status gizi siswa SLB N 1 Bantul : obesitas 15,3%, overweight 16,9%, thinness 5,1% dan severe thinness 10,2% . Untuk program peningkatan gizi, sekolah sudah mendapatkan bantuan bahan makanan mentah dari pemerintah daerah DIY setiap 1 bulan sekali. Personal hygiene siswa menjadi permasalahan di SLB. Ketrampilan yang terbatas dalam merawat diri pada beberapa kelompok siswa menyebabkan kebersihan diri kurang, yang berpotensi menyebabkan permasalahan kesehatan lainnya. Permasalahan gizi dan personal hygiene perlu menjadi program utama dalam pengembangan UKS di SLB N 1 Bantul saat ini dengan melibatkan siswa, orang tua dan guru.
Tujuan program PKM ini Untuk meningkatkan peran siswa, orang tua dan guru dalam mengembangkan program UKS khususnya tentang gizi dan personal hygiene, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang gizi dan personal hygiene, menyediakan fasilitas penunjang program UKS dan sistem yang mencatat data kesehatan siswa termasuk status gizi dan kebersihan diri siswa sehingga dapat digunakan untuk pengembangan program secara personal. Metode pengabdian dengan Participatory Learning and Action dilakukan dengan tahap sosialisasi program pada mitra, pelatihan berupa Pengelolaan UKS, Pelatihan Gizi Anak Berkebutuhan Khusus, Pelatihan personal hygiene pada anak berkebutuhan khusus, Pelatihan strategi pendekatan anak berkebutuhan khusus, penerapan teknologi Modul dan media edukasi, aplikasi pengelolaan data digital, paket alat kesehatan UKS, pendampingan dan evaluasi kemampuan guru dan orang tua dalam pengelolaan kesehatan siswa, keberlanjutan program oleh mitra dengan pengembangan program UKS secara rutin. Peserta Pelatihan terdiri dari 14 orang dari Guru, Pengurus UKS, Orang Tua Wali dan 117 siswa mengikuti program skrening kesehatan.
Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pengelolaan UKS, pengelolaan gizi anak berkebutuhan khusus, pengelolaan personal higiene, dan strategi pendekatan anak berkebutuhan khusus. Rerata pre sebanyak 2.76 meningkat saat post menjadi 3.21 dengan prosentase peningkatan sebesar 16.67%. Kegiatan PKM memberikan dampak positif dengan memperkuat peran UKS dalam mendukung tumbuh kembang optimal siswa berkebutuhan khusus secara menyeluruh. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan UKS yang inklusif, adaptif, dan mandiri, sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan anak dissabilitas.
Kesimpulan kegiatan PKM ini memberikan dampak positif dengan memperkuat peran UKS dan meningkatkan kemampuan guru dan orangtua dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan optimal siswa berkebutuhan khusus.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Suryani Suryani, Sri Ratnaningsih, Armenia Diahsari, Mustaqim Setyo Ariyanto , Lutfi Nurdian Asnindari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








