Pemanfaatan limbah air kelapa untuk industri kecil di Pedesaan
DOI:
https://doi.org/10.33292/mayadani.v4i2.116Abstract
Air kelapa apabila tidak dimanfaatkan akan dapat mencemari lingkungan karena cepat berubah menjadi asam dan berbau menyengat. Air yang bersifat asam dapat merusak tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Kandungan kimia air kelapa sangat beragam tergantung pada jenis atau varietasnya, umur buah, daerah tumbuh, keadaan tanah, dan intensitas cahaya matahari (Jackson et al., 2004 dan Jean et al., 2009). Air kelapa mempunyai potensi yang baik untuk dibuat menjadi minuman fermentasi, karena kandungan zat gizinya, kaya akan nutrisi yaitu gula, protein, lemak dan relatif lengkap sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakteri penghasil produk pangan. Pada kenyataannya di Tiku Utara air kelapa tidak diolah karena masyarakat menganggap tidak dapat di dimanfatkan dan di jual di pasaran, sehingga masyarakat banyak yang membuang air kelapa ke sungai atau ke sawah sehingga menjadi limbah. Kondisi ini sudah terjadi cukup lama secara kuantitatif limbah air kelapa sebanyak 2 ton per hari, karena kebiasan masyarakat Tiku Utara apabila memasak makanan selalu memasak mempergunakan kelapa untuk memasak minimal 2 buah kelapa atau lebih per rumah setiap hari. Sehubungan dengan kondisi masyarakat di lingkungan Tiku Utara maka pengabdian ini difokuskan untuk memberikan dampingan dalam (home Industri) seperti produk minuman nata de coco berhasil dengan baik.
Downloads
References
Anonim, 1984, Pembuatan Nata Decoco, Badan Penelitian & Pengembangan industri Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor
Atih Surjati Herman, 1979, Pengelolaan Air Kelapa, Buletin perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia, IV-9-17
Belitz, H.D. and W. Grosch. 1987. Food Chemistry. Springer Verlag. Berlin. New York.
Bender, A.E. 1982. Dictionary of Nutrition and Food Technology. Butterworths. London.
Cavusoglu, K. dan Guler, P . 2010. Protective Effect of Kombucha Mushroom (KM) Tea on Chromosomal Aberrations Induced by Gamma Radiation in Human Peripheral Lymphocytes In-Vitro. Journal of Environmental Biology. 31 (5): 851-856.
Dipti, P, B. Yogesh, A. K. Kain, T. Pauline, B. Anju, M. sairam, B. Singh, S. Mongia, G Ilavazhagan D.K., dan W. Selvamurthi. 2003. Lead Induced Oxidative Stress: Beneficial Effects of Kombucha Tea. Journal of Biomedical and Enviromental Sciences. 16 (-) : 276-282.
Dufresne, C. And E. Farnwood. 2000. Tea Kombucha and Healt : a Review. Food Research International 33(-): 409-421
Jackson, J.C., A. Gordon, G. Wizzard, K. McCook, and R. Rolle. 2004. Changes in chemical composition of coconut (Cocos nucifera L.) water during maturation of the fruit. J. Sci. Food Agri. 84(-): 1049–1052.
Jean W. H. Y., L. Ge, Y. F. Ng and S. Ng. Tan. 2009. The Chemical Composition and Biological Properties of Coconut (Cocos nucifera L.) Water. Molecules 14(-): 5144-5164
Jayabalan, R. , S. Marimuthu, and K. Swaminathan. 2007. Changes in Content of Organic Acids and Tea Polyphenol during Kombucha Tea Fermentation. Food Chemistry 102 (-):392-394
Kalman,D.S., S. Feldman, D.R. Krieger and R. J. Bloomer. 2012. Comparison of coconut water and a carbohydrate-electrolyte sport drink on measures of hydration and physical performance in exercise- trained men. Journal of the International Society of Sports Nutrition 9 (1): 1-10
Karyantina, M. dan N. Suhartatik. 2008. Kombucha dengan Variasi Kadar Gula Kelapa sebagai Sumber Karbon. J. Teknol. Dan Industri Pangan XIX (2) : 165-169
Kasper, E. 2007. Kombucha Mushroom Tea, Secondary Permentation and Bottling Tips. http:// www.happyherbalist.com. Diakses Pada Tanggal 3 Januari 2012.
Mahmud, Z. Dan Y. Ferry. 2005. Prospek Pengolahan Hasil Samping Buah Kelapa. Perspektif 4(2) : 55-63
Prastowo, N.A. 2008. Air Kelapa sebagai Air Mineral Alami. http://kalbe.co.id. Diakses Pada Tanggal 10 Januari 2012.
Portman, T. 2012. Apple Cider. Departement of Agriculture and Food, UWA, Australia. Diakses Pada Tanggal 3 Februari 2012.
Hasbullah, 2001, Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Kecil Sumatera Barat, Jakarta
Soekarto, S.T. 1995. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan. IPB-Press, Institut Peretanian Bogor, Bogor.
Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi. 1992. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Hasnawati, Sutiharni, Dini Deswarni, Jasiah, Wetri Febrina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








